SAAT IBU DATANG KE ACARA MINUM TEH

SAAT IBU DATANG KE ACARA MINUM TEH

Aku tak menyangka ia akan datang. Padahal permintaan maafku untuk keabsenannya sudah kulatih baik-baik.

Saat guru PKK di sekolahku mengumumkan kami akan mengadakan acara minum teh yang formal, aku merasa yakin aku tak akanmenyuguhkan teh pada ibuku pada peristiwa istimewa ini.

Jadi, aku tak akan melupakan saat aku memasuki ruang olahraga yang dihias merah, dan ia ada disana. Saat aku memandangnya, yang duduk tenang sambil tersenyum, aku membayangkan betapa repotnya wanita luar biasa ini mengatur segala sesuatu agar dapat bersamaku dalam waktu sejam itu.

Siapa yang akan merawat nenek? Ia terpaksa tinggal di tempat tidur setelah terkena serangan jantung, dan ibuku harus membantunya melakukan segalanya.

Ketiga adikku yang kecil akan pulang sekolah sebelum Ibu sampai di rumah. Siapa yang akan menyambut mereka dan memeriksa pekerjaan sekolah mereka?

Bagaimana ibu bisa datang kesini? Kami tak punya mobil, dan ia tak punya uang banyak untuk membayar ongkos perjalanan ke sekolahku. Jarak dari rumah ke perhentian bus itu jauh. Ditambah dengan jarak antara rumah dengan sekolahku yang mencapai seratus kilometer lebih.

Dan rok cantik yang dikenakannya, berwarna merah dengan bunga putih kecil-kecil, tepat sekali untuk acara ini. Warnanya membuat cantik uban yang mulai kelihatan pada rambutnya yang berwarna hitam pekat. Kami tak punya uang untuk membuat baju lagi, dan aku tahu dia telah berutang lagi pada toko langganan kami untuk mendapatkan baju itu.

Aku begitu bangga! Aku menyuguhkan teh untuknya dengan hati gembira dan penuh syukur, dan memperkenalkannya dengan lantang kepada teman-teman saat giliran kami tiba. Aku duduk bersama ibuku hari itu, seperti anak lainnya di kelas, dan itu sangat penting bagiku. Pandangan kasih sayang dalam matanya memberitahuku bahwa ia mengerti.

Aku tak pernah lupa, dan tak akan pernah lupa. Salah satu janji yang kubuat denganku dan dengan anak-anakku layaknya yang dijanjikan ibu-ibu baru, adalah aku akan selalu hadir untuk mereka. Janji itu sulit dipenuhi dalam dunia masa kini yang sibuk. Tapi, aku telah memiliki teladan yang mengalahkan semua alasan apa pun yang yang menyedihkan. Aku tinggal mengingat kembali saat ibu datang ke acara minum teh itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s