KUDAPATI DIRINYA DISANA

KUDAPATI DIRINYA DISANA

Setiap tahun, hari ulang tahunku mengikuti ritual yang sama. Ibuku datang menemuiku, pada hari akhir musim penghujan yang dingin itu, dan aku membukakan pintu. Ia berdiri di ambang pintu. Angin meniupkan dedaunan di sekitar kakinya.

Udara terasa dingin, dan di tangannya terdapat kado ulang tahunku. Kadonya selalu benda kecil dan berharga. Sesuatu yang sudah lama kuperlukan, hanya saja aku tak menyadarinya.

Aku membuka kado ibuku dengan hati-hati. Lalu, menyimpannya dengan baik bersama dengan segala harta bendaku yang lain. Betapa rapuhnya kado-kado itu, tak sebanding dengan ketulusan cintanya untuk menyayangiku sepenuh hati. Betapa pun ia tak menunjukkannya, aku mengerti itu…. sangat mengerti.

Andai ibuku dapat menemuiku pada hari ulang tahunku hari ini, aku akan membawanya ke dalam kehangatan dapurku. Lalu kami akan minum teh bersama, dan menyaksikan daun gugur terempas di jendela. Tapi, dia telah pergi. Itu tak mungkin lagi. Aku tahu itu.

Tak perlu buru-buru membuka kadoku, karena hari ini aku tahu bahwa walau pun ibu tak ada disini, aku telah membukanya saat aku membuka pintu depan dini hari dan mendapati bayangan dirinya disana, saat angin meniupkan dedaunan di sekitar kakinya. Aku melihatnya…. seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam gelap dan dingin embun pagi hari.

Ibu, aku merindukanmu. Dan aku tahu, kau pun juga begitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s