– Home

Apa sih yang dimaksud dengan rumah itu ???

Seberapa pentingkah arti dari sebuah rumah bagi kita…

Bagiku rumah bukan sekedar tempat kakiku berpijak,

bukan sekedar seonggok gedung yang makin lapuk dijemur panas dan disiram hujan,

bukan pula tempat dimana kita bisa saling berbagi dan bercerita satu sama lain…

tapi lebih dari itu semua….

Rumah itu tak jauh beda dengan arti sebuah keluarga…

dalam pelukan hangat keluarga, kita mengenal keamanan, perlindungan, dan kasih sayang….

sebuah genggaman yang berarti ungkapan perasaan cinta…

yang lahir dari ketulusan hati…

dan tak akan pernah tertukar dengan apapun yang bisa kita berikan…

ibu kita rela bersusah payah mengorbankan semuanya… bahkan nyawa… hanya dengan satu harapan….

melihat lahirnya makhluk kecil belahan jiwanya, yang akan membawa tangis tak berdosa dan kesegarannya

serta mewarnai dunia dengan senyuman paling tulus yang pernah dilihat …

Pernah aku membaca di surat kabar… bahwa di Rwanda… seorang ibu ditemukan tewas terbakar dalam sebuah rumah sambil memeluk ketiga orang anaknya dalam rengkuhan tangannya sampai ia mati… melindungi anak-anaknya sampai akhirnya mereka semua mati terbakar api itu…

itulah mengapa teman…. aku tidak akan pernah melupakan ibu…

karena dalam pelukannya kita merasa aman…

dengan remasan tangannya, kita merasa kuat…

dengan ciumannya kita merasa dihargai

dan dengan senyumannya kita akan merasa berarti…

karena ibu mencintai kita tanpa syarat apapun…

beliau mencintai kita karena diri kita sendiri… lebih tepatnya dia mencintai kita, seperti apapun diri kita…

Dan bagaimana dengan ayah ???

di lengan ayah yang kuat kita bersandar…

dialah yang pertama kali mengajari kita akan keberanian

kemandirian

perlindungan

kerjasama

dan kecintaan terhadap alam

Kita bermula dan berakhir di rumah….

Home is target place if we lose…

and lost all what we have…

Keluarga…..

ada sakit… ada tawa… ada pisau… ada embun… ada darah… ada cahaya… ada rebah… ada putus asa… ada keyakinan… dan masih ada ratusan bahkan ribuan kata untuk mendefinisikannya…

dulu… aku pernah tidak memaklumi kesalahan yang mungkin atau bahkan selalu terjadi di dalamnya… bahkan membencinya…

benci terhadap nasib, hidup, dan kehidupan itu sendiri…

tidak pernah mau menerima kekurangan yang mungkin tak seorangpun pernah siap untuk merasakannya…

merasakan sakit…

merasakan kekecewaan…

meneteskan air mata…

merasakan pengkhianatan atas ketulusan dan keikhlasan kita untuk mencintai keluarga dengan sepenuh hati…. dengan sepenuh jiwa… namun tak terbalas…

tak ada yang mencintai kita…

aku selalu bertingkah layaknya seorang pembeli yang ingin mendapatkan barang sesuai dengan harga yang telah dibayar…. layaknya bunga yang harus rela meranggas setelah kumbang menghisap madunya….

aku terlalu berharap pada dunia… terlalu berani bermimpi…

sampai akhirnya… aku hampir mati karena mimpi-mimpi seperti itu…

tak pernah terlintas di pikiranku… bahwa Tuhan menilai keikhlasan seseorang lebih adil dari penjual barang manapun di seluruh dunia…

kuakui… dulu aku melupakan-Nya… aku sempat melupakan-Nya

pada waktu itu yang aku rasa hanya jarum dinding yang berdetak penuh kepalsuan… hanya bola kelereng yang menggelinding tanpa tahu dimana dia harus berhenti… dan seperti tengkorak yang menunggu waktu untuk menjadi busuk…. untuk menjadi bangkai….

dan aku melarikan diri dari dunia… lambat laun aku ingin jiwaku mati dalam dunia yang penuh kepalsuan ini…

aku ingin terasing dalam hiruk pikuk dunia yang penuh dengan keramaian….

aku ingin menertawakan waktu yang kaku dan menatap benci pada senyum yang penuh sandiwara… menangis tanpa tangisan… dan diam dalam kebodohan…. kebodohan yang aku ciptakan sendiri… kebodohan yang dengan sengaja aku buat untuk merintangi jalanku… dalam ruang yang tidak pernah ingin aku bagi pada orang lain… sendiri dalam labirin yang terhalang oleh sekat di sekelilingnya…

aku benci gelap… aku benci sendirian… tapi aku sudah kehilangan kepercayaan akan sebuah ketulusan… aku terlalu naif untuk bisa memahami mengapa dunia menjadi begitu kejam pada orang-orang yang tinggal dan berpijak di atasnya…

pikiranku kalut… aku bahkan kehilangan motivasi dalam hidup… kalo boleh jujur… aku bahkan hampir membunuh karakter… karakter diri yang dicipatakan Tuhan tanpa cacat dan penuh dengan keistimewaan…

aku menciptakan sebuah kotak kecil… lalu berputar-putar sendiri di dalamnya… semua stagnan…

hanya stagnan… tidak pernah lebih dari itu…

sayangnya saat aku menyadarinya……. mereka sudah pergi… teman-temanku itu sudah pergi….

sangat menyakitkan rasanya melihat itu terjadi…

tak ada yang mengerti dengan apa yang aku alami….

rasa sakit ini mungkin akan mudah dapat terhapus… luka luar akan mudah dapat disembuhkan…. tapi tidak dengan luka yang terletak di dalam….

luka yang menusuk tepat di tungku nyawa dan jantung malam…

luka akan pengkhianatan… ketidakpedulian… dan kegelapan…

kekecewaan yang tak tersampaikan…

serta pengharapan yang tak kunjung datang….

dari rumah yang akan selalu kita rindukan dimanapun kita berada…

ini lebih dari sekedar pengungkapan hal-hal emosional dalam sebuah blog remeh…

kita akan terus mencari tempat yang membuat kita nyaman…

tempat dimana kita bisa mencintai dan dicintai dengan setulus hati…

tempat yang bernama keluarga…

bukan hanya fragmen sebuah keluarga…

sangat menyedihkan rasanya…. ketika kita ingin mencintai seseorang namun kita tidak tahu… pada siapa kita harus melampiaskan cinta itu….

keluarga….

di dalamnya aku tertawa… dan di dalamnya aku menangis…

di dalamnya aku mewujud… dan di dalamnya aku hancur lebur…

aku memang survive dan akan terus survive… walau aku tak pernah tahu seberapa besarkah irisan cinta yang masih tertinggal di hatiku…

mungkin ‘yang tertinggal’ itu hanya tetesan air di samudra yang luas…

Keluarga… dan rumah…

Kita harus bekerja keras untuk membangunnya…

walau angin membawa atapnya terbang, kita harus rela kehujanan di dalamnya…

walau banjir menelan semuanya tak tersisa… kita tetap akan menunggu waktu berlalu… detik demi detiknya…. sampai kita memiliki kekuatan untuk membangunnya kembali…. dari awal….

Suatu saat kadang kita akan merasa rumah itu telah roboh…. dan kehilangannya…

kehilangan lebih dari sekedar perasaan saling memiliki satu sama lain…

membuat kita mengutuki diri, sepanjang hari menyesalinya…. dalam diam yang tak pernah dipahami alam…

dalam malam yang hanya membuat hari semakin dingin…. semakin sepi….

karena sesungguhnya kita tak akan pernah dapat hidup nyaman… hanya dengan bertopikan panas di kala siang terik…. bertemankan sunyi di sore hari… dan berselimutkan dingin di paru-paru malam…

inilah hidup… kadang Tuhan membuat kita belajar lebih banyak untuk bisa menatap dunia dengan tatapan yang paling sempurna….

karena sesungguhnya tidak ada beringin besar yang tumbuh subur di tempat pembudidayaan…

beringin yang berakar kokoh dan berbatang kuat adalah beringin yang tumbuh di alam lepas… dengan disinari matahari, dilapukkan hujan, menentang badai, dan melawan banjir….

Teman-teman, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kita diajak untuk menyadari bahwa betapa mudahnya orang bisa tersesat…. dan betapa lebar pelukan tangan Tuhan untuk merengkuhnya kembali…

aku selalu percaya pada sebuah “miracle”…

pada sebuah keajaiban….

manusia memang selalu punya ‘limit’ tapi tidak dengan ‘Tuhan’

Hanya kepada DIA aku bersandar…

pada DIA aku meminta…

dan pada DIA aku menangis…

DOAKU adalah :

Ya Tuhan… aku tak pernah meminta untuk dilahirkan dengan penuh kesempurnaan…

aku hanya minta Engkau beri kekuatan…

aku ingin semua berakhir sempurna…

sampai ketika suatu saat aku akan menutup mata untuk yang terakhir kalinya…

aku bisa memastikan bahwa lembaran-lembaran gelap yang telah atau tidak sengaja tertulis akan terbakar habis bersama mimpi-mimpi kehidupan… dan bersama tetes-tetes air mata yang bergulir di tiap sentakan biji tasbihku…

yang ada hanya senyuman, pelukan erat, dan kasih sayang tak terucap…

rasa percaya

keyakinan

dan cinta….

seperti kecintaanku pada Tuhan yang terlantun bersama Dzikir tasbih…

Ayah… ibu… dimanapun kalian berada….

aku berharap masih banyak waktu yang tersisa di antara kita, untuk merubah susunan puzzle yang terserak dan berantakan ini… menjadi sebuah gambar yang amat aku rindukan….

sebuah sketsa rumah, keluarga, dan kehidupan yang utuh…

aku sayang kalian….

dan itu tidak akan pernah berubah…

bagaimanapun dan apapun yang yang telah terjadi… cinta pasti punya kekuatan untuk membuatnya baik lagi kan…???

aku berharap ibu, ayah, adek, dan semuanya akan kembali seperti sediakala lagi….

lalu kita kembali menyunggingkan senyum sambil menatap fajar merekah…

Rumah adalah identitas diri, tempat kita merasa dibutuhkan, tempat kita merasa dicintai, tempat kita merasa memiliki, serta tempat yang selalu kita rindukan dimanapun kita berada…

Seperti yang Michael Buble ungkapkan dalam sebuah lagunya

HOME

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

And I’ve been keeping
all the letters that I
wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them
but I know that it’s
just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home

I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like
I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
But this was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come and gone away
in either Paris and Rome
but I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be allright
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s